Mengapa Gigi Bisa Sakit atau Terasa Nyeri? Berikut Penjelasannya!





Sakit gigi merupakan salah satu jenis nyeri yang paling mengganggu dan dapat merusak kenyamanan menjalani aktivitas harian. Sensasinya dapat bervariasi, mulai dari rasa ngilu ringan, berdenyut, hingga tajam terutama saat makan atau minum. Namun, apa sebenarnya penyebab gigi menjadi sakit atau nyeri?

1. Gigi Berlubang (Karies)

Penyebab utama sakit gigi adalah karies atau gigi berlubang. Lubang ini terbentuk akibat sisa makanan dan gula yang melekat pada permukaan gigi berubah menjadi asam oleh bakteri. Asam tersebut kemudian merusak enamel (lapisan luar gigi) dan akhirnya mencapai lapisan dalam yang lebih sensitif.

Gejala:

– Rasa ngilu saat mengonsumsi makanan manis atau dingin

– Rasa nyeri saat menggigit atau mengunyah

– Adanya lubang pada gigi dengan warna hitam atau cokelat

2. Infeksi Saraf Gigi (Pulpitis)

Ketika lubang pada gigi sudah terlalu dalam hingga mencapai saraf gigi, peradangan atau infeksi pada saraf (pulpa) bisa terjadi, yang sering kali menyebabkan nyeri yang sangat intens.

Gejala:

– Nyeri berdenyut yang terus-menerus

– Sakit bisa menyebar ke kepala atau telinga

– Nyeri datang tanpa sebab yang jelas

3. Radang Gusi atau Gusi Bengkak

Tidak hanya bagian gigi saja yang bisa menimbulkan rasa sakit, tetapi gusi juga dapat terasa nyeri ketika mengalami peradangan (gingivitis).

Penyebab:

– Penumpukan karang gigi

– Cara menyikat gigi yang terlalu keras

– Kurang membersihkan sela-sela gigi secara teratur

4. Gigi Sensitif

Gigi yang sensitif dapat menyebabkan rasa ngilu ketika terkena suhu dingin, panas, atau paparan makanan asam. Ini terjadi karena lapisan pelindung gigi menipis atau penurunan gusi yang membuat akar gigi terbuka.

Pemicu umum:

– Mengonsumsi es atau minuman dingin

– Kopi panas

– Permen dengan rasa asam

5. Retakan atau Patah pada Gigi

Gigi yang mengalami retakan kecil, meskipun tidak terlihat, bisa menyebabkan nyeri saat tekanan diterapkan, misalnya saat menggigit makanan. Hal ini umumnya terjadi karena kebiasaan menggertakkan gigi atau menggigit benda keras.

6. Abses Gigi (Penumpukan Nanah)

Abses gigi adalah kondisi serius akibat infeksi bakteri yang parah, menghasilkan penumpukan nanah di sekitar akar gigi atau gusi.

Gejala bahaya:

– Pembengkakan pada pipi

– Demam

– Bau mulut tidak sedap

– Rasa pahit yang muncul di dalam mulut